Singgungan Adat dan Budaya Dalam Menentukan Pilihan Politik pada Masyarakat di Kabupaten Mamasa
Main Article Content
Abstract
Mamasa is an area that is within the scope of the Uaisapalean Kondosapata Community which is a combination of the initial existence of Pitu Ulunna Salu (PUS) plus other communities formed around PUS. The population in Mamasa Regency is 83% Christian from various church denominations including Catholic Christianity. The Uaisapalean Kondosapata adheres to Ada' Tuo. This study was conducted to determine whether there is an influence of Mamasa customs and culture on the political choices of the Mamasa community at the district, provincial and national levels. This study uses a qualitative approach by interviewing competent sources and understanding the essence of research in data collection. The results showed that there was a fairly strong correlation between Mamasa Customs and Culture on the political choices of the Mamasa community. Customs and Culture in Mamasa Regency differ from one region to another, influencing and shaping communities with different characters.
Downloads
Article Details
References
Abialtar. “Perjumpaan Penginjil CGK Belanda Dengan Orang Toraja Mamasa: Praktik Metode Penginjilan Arie Bikker Dan Martin Geleijnse Serta Relevansinya Bagi Metode Pekabaran Injil Gereja Toraja Mamasa Masa Kini.” KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen 1, no. 1 (2020): 15–34.
Adi Syaputra, Muhammad Yusrizal, and Mirza Nasution. “PEMENUHAN HAK KONSTITUSIONAL MASYARAKAT PENGANUT KEPERCAYAAN LOKAL DALAM PEMILIHAN UMUM.” Jurnal Yuridis 6, no. 1 (2019): 46–66.
Aminuddin, M. Faishal, and Natasha Hassan Attamimi. “From Retail to Grocery: Money Politics in 2014 Indonesian Legislative Election.” Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review 4, no. 1 (2019): 99–120.
Arianus Mandadung. Keunikan Budaya,Pitu Ulunna Salu Kondosapata Mamasa. Mamasa: Berjasama dengan pemerintah Mamasa, 2005.
Culla, Adi Suryadi. “Demokrasi Dan Budaya Politik Indonesia.” Majalah Ilmiah Sosial Politk 22 (n.d.).
Demmanora, Demmanora. Wawancara. Mamasa, 2021.
Farmer, Adam, Blair Kidwell, and David M. Hardesty. “The Politics of Choice: Political Ideology and Intolerance of Ambiguity.” Journal of Consumer Psychology 31, no. 1 (2021): 6–21.
Hamzah, Amir. Metode Penelitian Kepustakaan. Revisi. Malang: Literasi Nusantara, 2020.
Harmadi, Mariani. “Metafora ‘Meja Makan’ Sebagai Upaya Membangun Toleransi Di Tengah Kehidupan Masyarakat Indonesia Yang Majemuk.” Dunamis 4, no. 1 (2019): 99–110.
Hutahaean, Hasahatan. “Tantangan Teologi Agama-Agama: Suatu Diskursus Model.” KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) 6, no. 2 (2020): 255–270.
———. “Teologi Politik Gereja: Menemukan Dan Memancarkan Tritugas Gereja Dalam Pilkada Dan Pilpres.” MELO: Jurnal Studi Agama-Agama 1 (2021): 1–17.
Lullulangi, Mithen, Armiwaty Tawani, and Rahmansah. “Architectural Typology of Mamasa Traditional Graves, West Sulawesi, Indonesia.” Civil Engineering and Architecture 8, no. 5 (2020): 832–837.
Mandadung, Arianus. Wawancara. Mamasa, 2021.
Pardede, Marulak. “Legitimasi Pemilihan Kepala/Wakil Kepala Daerah Dalam Sistem Pemerintahan Otonomi Daerah.” Jurnal Penelitian Hukum De Jure 18, no. 2 (2018): 127–148.
Rahman, Asmika. “Konsep Dasar Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula Melalui Pendidikan Kewarganegaraan.” Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial 10 (2018): 44–51.
Rantung, Dr. Djoys Anneke. “TEOLOGI POLITIK UNTUK KEADILAN Respons Teologis Gereja Di Tengah Menguatnya Politik Identitas.” Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama 2, no. 1 (2019): 1–11.
Rugwiji, Temba T. “The Law and Society in the Old Testament: Formulation and Implementation of the Law in Ancient Israel.” Old Testament Essays 33, no. 1 (2020): 1–7.
Sidu, Masdariani, and Frans Paillin Rumbi. “Nilai Budaya Dari Ritual Perkawinan Massarak Sebagai Materi Pendidikan Keluarga Kristen Di Mamasa.” Didache: Journal of Christian Education 2, no. 1 (2021): 58–72.
Surbakti, Ramlan. Memahami Ilmu Politik. Jakarta: Grasindo, 1992.
SUSILO, DANIEL. “Politik Tubuh Perempuan: Bumi, Kuasa, Dan Perlawanan.” JURNAL POLITIK 1 (2016).
“UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN.”