HARMONI DALAM KEBHINEKAAN: Dialog Interreligiussebagai Fondasi Sosial Visi Indonesia Emas 2045 (Sisi Tilik Fratelli Tutti Art. 216-217)

Main Article Content

Lazarus O. Duli

Abstract

Abstract: The vision of Indonesia Emas 2045 encompasses human development and mastery of science and technology, sustainable economic development, equitable development, and the strengthening of national resilience and governance. The achievement of the Indonesia Emas 2045 vision is therefore measured through these four parameters, thereby neglecting an assessment from the perspective of the stability of its social foundation, namely interreligious dialogue. As a country that embraces a multi-religious ideology, the reality of conflicting interests among religious adherents is an unavoidable issue. Through the document Fratelli Tutti, particularly Articles 216–217, the author seeks to analyze the crucial role of interreligious dialogue as a strategic instrument for fostering harmony within Indonesia’s diversity. Using qualitative research methodology, specifically a literature review approach, this paper seeks to explore how interreligious dialogue has transformed from a mere conflict-prevention effort into productive social capital. The findings of this study indicate that inclusive interreligious dialogue serves as the soft infrastructure underpinning the pillars of human development and national resilience. Without a healthy space for dialogue, identity polarization risks disrupting the long-term development agenda. Through dialogue grounded in collaborative action, the Indonesia Emas 2045 vision aims not only to make Indonesia a materially advanced nation but also a beacon of global civilization capable of integrating religious values with modernity within a framework of unity.


Abstrak: Visi Indonesia Emas 2045 adalah pembangunan manusia dan penguasaan IPTEK, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan dan pemantapan ketahanan nasional serta tata kelola kepemerintahan. Pencapaian visi Indonesia Emas 2045 karena itu diukur melalui keempat parameter tersebut dengan demikian sekaligus mengabaikan penilaian dari sudut pandang stabilitas fondasi sosialnya, yaitu dialog interreligius. Sebagai negara yang menganut paham multireligius, fakta konflik kepentingan antar para penganut agama adalah suatu persoalan yang tidak terhindarkan. Melalui Dokumen Fratelli Tutti, khususnya artikel 216-217 penulis berusaha menganalisis peran krusial dialog interreligius sebagai instrumen strategis merajut harmoni dalam kebhinekaan Indonesia. Melalui metodologi penelitian kualitatif khususnya pendekatan studi kepustakaan (library research), tulisan ini berusaha mengeksplorasi bagaimana dialog interreligius bertransformasi dari sekadar upaya preventif konflik menjadi modal sosial yang produktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dialog interreligius yang inklusif merupakan infrastruktur lunak yang mendasari pilar pembangunan manusia dan ketahanan nasional. Tanpa ruang dialog yang sehat, polarisasi identitas beresiko mendisrupsi agenda pembangunan jangka panjang. Dengan dialog yang berbasis pada aksi kolaboratif, visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai negara maju secara material, melainkan sebagai mercusuar peradaban dunia yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai religiusitas dengan modernitas dalam bingkai persatuan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Duli, L. O. (2026). HARMONI DALAM KEBHINEKAAN: : Dialog Interreligiussebagai Fondasi Sosial Visi Indonesia Emas 2045 (Sisi Tilik Fratelli Tutti Art. 216-217) . Melo: Jurnal Studi Agama-Agama, 6(1), 67–81. https://doi.org/10.34307/mjsaa.v6i1.247
Section
Articles

References

Abdillah, Masykuri. “Islam and Democracy: The Case of The Early Reform Era,” Indo-Islamika 14, no. 2 (2024): 357–376, DOI: https://doi.org/10.15408/jii.v14i2.43764.

Abi, Antonius Remigius. “PARADIGMA MEMBANGUN GENERASI EMAS INDONESIA TAHUN 2045,” JIPPK 2, no. 2 (2015): 85–90, http://dx.doi.org/10.17977/um019v2i22017p085.

Azra, Azyumardi. Relevansi Kerukunan Beragama: Moderasi Beragama Dan Ketahanan Nasional. Jakarta: Kompas Media Nusantara, 2019.

Baene, Blasius B. “Gereja Katolik dan Dialog Antaragama di Indonesia Sejak Konsili Vatikan II: Mendalami Tema-Tema Krusial Relasi Antariman,” Perspektif 10, no. 1 (2015): 77–92,https://doi.org/10.69621/jpf.v10i1.6.

Banawiratma, J. B., and Zainal Abidin Bagir. Dialog Antaarumat Beragama: Gagasan dan Praktik di Indonesia. Edited by J. B. Banawiratma and Zainal Abidin Bagir. Jakarta Selatan: Mizan Republika, 2010.

Budianto, Viktorius and Robertus Septiandry. “Persaudaraan Orang Samaria Yang Baik Hati Menjadi Model Untuk Membangun Persaudaraan Universal Menurut Paus Fransiskus Dalam Ensiklik Fratelli Tutti,” Rajawali 20, no. 2 (2023): 44–50, https://www.google.com/search?client=firefox-b-e&q=Persaudaraan+Orang+Samaria+Yang+Baik+Hati+Menjadi+Model+Untuk+Membangun+Persaudaraan+Universal+Menurut+Paus+Fransiskus+Dalam+Ensiklik+Fratelli+Tutti.

Casram, Casram. “Membangun Sikap Toleransi Beragama Dalam Masyarakat Plural,” Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya 1, no. 2 (2016): 187–198, http://doi.org/10.15575/jw.v1i2.588.

Fransiskus, Paus. Fratelli Tutti. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penarangan Konferensi Wali Gereja Indonesia, 2020.

Ghanea, Nazila, and Neni Indriati Wetlesen. “Pengantar.” In Kebebasan Beragama Atau Berkeyakinan, edited by Tore Lindholm, W. Cole Durham Jr, and Bahia G. Tahzib Lie, 1. Yogyakarta: Kanisius, 2010.

Halim, Abdul. “Pendidikan Islam Multikultural Dalam Perspektif Azyumardi Azra,” Fikrotuna 10, no. 1 (2021), https://doi.org/10.32806/jf.v13i01.5081.

Hasanah, Rufita Sri. Strategi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045. Jakarta: Bappenas, 2024.

Hefner, R. W. Civil Islam: Muslims and Democratization in Indonesia. Princeton: Princeton University Press, 2000.

Hemamalini, Kadek, Untung Suhardi, Dian Syanita, and Utami Dewi. “Publik Sphere , Sarana Membangun Opini Masyarakat untuk Mewujudkan Toleransi dan Harmonisasi dalam Perspektif Etika Hindu,” Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Vol. 8, no. No. 2 (2025): 151–161, DOI: https://doi.org/10.37329/kamaya.v8i2.4225.

Kristiawan, Danang. “Merengkuh Yang Lain: Dialog Interreligius dan Transformasi Diri Terhadap Yang Lain,” Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 1 (2020), https://doi.org/10.46974/ms.v1i1.4.

Latif, Yudi. Negara Paripurna. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2011.

Lerner, Natan. “Sifat Dan Standar Minimum Kebebasan Beragama Atau Berkeyakinan,” In Kebebasan Beragama Atau Berkeyakinan, edited by Tore Lindholm, W. Cole Durham Jr, and Bahia G. Tahzib Lie, 169–200. Yogyakarta: Kanisius, 2010.

Otor, Fransiskus Sulaiman. “Membangun Kembali Dialog Keagamaan: Telaah Deskriptif-Singkat Atas Ensiklik Fratelli Tutti Menurut Paus Fransiskus,” Dekonstrukti: Jurnal Filsafat 03, no. 01 (2021): 13–23, https://www.google.com/search?client=firefox-b-e&q=Membangun+Kembali+Dialog+Keagamaan%3A+Telaah+Deskriptif-Singkat+Atas+Ensiklik+Fratelli+Tutti+Menurut+Paus+Fransisku.

Pella, Samuel, and Aldry Toban. “Fratelli Tutti: Persahabatan Sosial Sebagai Solidaritas Kasih Kepada Sesama,” Atma Reksa: Jurnal Pastoral dan Kateketik IX, no. 31–42 (2025), https://doi.org/10.53949/arjpk.v9i2.63.

PPN/Bappenas, Tim Penyusun Visi Indonesia 2045 Kementerian. Visi Indonesia 2045. Kementerian PPN/Bappenas, 2019.

Riyanto, Armada. Dialog Interreligius: Historisitas, Tesis, Pergumulan, Wajah. Yogyakarta: Kanisius, 2010.

Riyanto, E. Armada. Berfilsafat Politik (Yogyakarta: Kanisius, 2014), 114.

———. Katolisitas Dialogal: Ajaran Sosial Katolik. Yogyakarta: PT Kanisius, 2014.

Sarbini, Peter B. “Wajah Agama Yang Beringas di Ruang Publik.” In Mengabdi Tuhan dan Mencintai Liyan: Penghayatan Agama di Ruang Publik Yang Plural, 2017.

Satrio, Antonius Panji, and R. F. Bhanu Viktorahadi. “Politik Kemanusiaan Dalam Ensiklik Fratelli Tutti,” JAQFI: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam 6, no. 2 (2021): 141–158, https://doi.org/10.15575/jaqfi.v6i2.14072.

Sermada, Donatus. Pengantar Ilmu Perbandingan Agama. Malang: Widya Sasana, 2011.

Sila, Urbanus. “Merawat Kebhinekaan: Dialog Interreligius Sebagai Upaya Membangun Toleransi Dan Kerukunan Umat Beragama,” Melo: Jurnal Studi Agama-Agama 4, no. 2 (2024): 128–141, https://doi.org/10.34307/mjsaa.v4i2.163.

Subanar, G. P. Budi. “Membaca Fratelli Tutti Dalam Konteks Indonesia,” Jurnal Filsafat dan Teologi 17, no. 1 (2021): 1–20, https://www.google.com/search?client=firefox-b-e&q=Membaca+Fratelli+Tutti+Dalam+Konteks+Indonesia.

Syauqy, Muhammad Ersa, Ali Mursyid Azisi, Muhammad Anshori, and Elviatur Rosyida. “Interfaith Dialogue Perspektif Islam dan Kristen: Analisis Konseptual Dan Perannya Sebagai Tali Pengikat Kebhinekaan di Indonesia,” Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam 16, no. 2 (2025), https://doi.org/10.30739/darussalam.v16i2.3677.

Tarumingkeng, Rudy C. Indonesia Emas 2045: Mimpi Bersama Atau Wacana Elit? Bogor: RudyCT e-Press, 2025.

Tinambunan, Edison R. L. “Persaudaraan Dan Persahabatan Sosial Ensiklik Paus Fransiskus: Kontribusi Dialog Antar Agama Indonesia,” Philosophica et Theologica 22, no. 2 (2022): 279–302, DOI: https://doi.org/10.35312/spet.v22i2.462.

Tobroni. Pendidikan Agama Multikultural. Malang: Penerbit Universitas Muhammadiyah, 2023.

Tolo, Paulus. “Peranan ‘Yang Lain’ dalam Membentuk Karakter Petugas Pastoral Berdasarkan Ensiklik ‘Fratelli Tutti’ Sri Paus Fransiskus,” Alternatif X, no. 1 (2020): 63-78, DOI: https://doi.org/10.60130/ja.v10i1.43.

Twan An, Petrus Go. “Beragama Di Indonesia,” In Mengabdi Tuhan Dan Mencintai Liyan: Penghayatan Agama Di Ruang Publik yang Plural," (2017): 38–43, https://doi.org/10.36383/diskursus.v17i1.188.

Wuriningsih, Fransisca Romana and Nerita Setiyaningtiyas. “Ensiklik Fratelli Tutti Sebagai Kunci Pemikiran Dari Evangelii Gaudium Mengenai Paroki Sebagai Pusat Misi,” Studia Philosophica et Theologica 23, no. 2 (2023): 192–210, DOI: https://doi.org/10.35312/spet.v23i2.432.