RUANG PUBLIK DAN AGENSI PEREMPUAN DALAM DIALOG ANTARAGAMA: Pendekatan Feminis Sosiokultural di Palangka Raya
Main Article Content
Abstract
Abstract: This study aims to analyze the role of women in public spaces as agents of interfaith dialogue in Palangka Raya through a sociocultural feminist perspective. The research employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving women entrepreneurs, artists, representatives of the Department of Industry and Trade (Disperindag), and the Regional National Crafts Council (Dekranasda) of Palangka Raya. The analysis draws upon Habermas’s theory of the public sphere, Arendt’s concept of the space of appearance, Honneth’s theory of recognition, and sociocultural feminist perspectives emphasizing women’s agency within social and cultural relations. The findings reveal that public spaces in Palangka Raya function as arenas of social recognition, empowerment, and identity formation for women. Through participation in economic, cultural, artistic, and interfaith social activities, women develop interfaith dialogue through three models: parliament of religions dialogue, activism-based dialogue, and storytelling dialogue. The study further finds that Dayak local wisdom values, including handep (mutual cooperation), hapakat (consensus), and huma betang (communal living), strengthen inclusive and participatory interfaith relations. Despite encountering patriarchal constraints, women exercise transformative agency through social negotiation, collaboration, and cross-faith solidarity, contributing significantly to social cohesion within a multicultural and multireligious society.
Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan dalam ruang publik melalui praktik dialog antaragama di Kota Palangka Raya dengan menggunakan pendekatan perspektif feminis sosiokultural. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi agama. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM khususnya kaum perempuan, seniman, perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya, dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Palangka Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang publik di Palangka Raya berfungsi sebagai arena eksistensi, pengakuan sosial, dan pemberdayaan perempuan. Dalam hal ini, melalui keterlibatan pada kegiatan ekonomi, seni, budaya, dan sosial lintas agama, kaum perempuan membangun praktik dialog antaragama dalam bentuk dialog berbasis aktivisme dan dialog yang berlangsung melalui storytelling. Penelitian ini juga menemukan bahwa nilai-nilai kearifan lokal seperti Handep, Hapakat, dan Huma Betang menjadi landasan dalam proses dialog antaragama yang inklusif dan partisipatif. Meskipun menghadapi hambatan patriarkal, perempuan mampu mengembangkan agensi transformasi melalui proses negosiasi sosial, kolaborasi, dan solidaritas lintas iman yang memperkuat kohesi sosial dalam masyarakat multireligius.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Batliwala, Srilatha. “Taking the Power out of Empowerment – an Experiential Account,” Develompent in Practice 17, no. 4 (2010): 557-565, DOI:10.1080/09614520701469559
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, “Persentase Perempuan sebagai Tenaga Profesional Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Tengah” https://kalteng.bps.go.id/id/statistics-table/2/ODk4IzI=/persentase-perempuan-sebagai-tenaga-profesional-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-kalimantan-tengah.html (diakses 12 Juli 2025).
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Persentase Keterlibatan Perempuan di Parlemen Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2024, https://kalteng.bps.go.id/id/statistics-table/2/ODk3IzI=/persentase-keterlibatan-perempuan-di-parlemen-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-kalimantan-tengah.html (diakses 12 Juli 2025).
Badan Pusat Statistik Kota Palangka Raya, https://palangkakota.bps.go.id/indicator/12/418/1/jumlah-penduduk-menurut-kecamatan-dan-agama-yang-dianut-di-kota-palangka-raya.html diakses 13 Oktober 2025).
Berita Huma Betang Night Kembali digelar keenam kalinya, Gubernur Kalteng tegaskan Lestarikan Budaya dan Dorong UMKM, https://kalteng.go.id/berita/read/42103/huma-betang-night-kembali-digelar-untuk-keenam-kalinya-gubernur-kalteng-tegaskan-komitmen-lestarikan-budaya-dan-dorong-umkm (diakses 10 Oktober 2025).
Chmielewski, Adam. “Perception, Recognition, and the Aesthetics of Exclusion,” Philosophia Journal 53, no. 3 (2025): 629-649, DOI:10.1007/s11406-025-00836-7
Creswell, John W. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, Dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.
Fakih, Mansour. Analisis Gender Dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2010.
Fletcher, Jeannine Hill. “Women in Inter-Religious Dialogue.” In The Wiley-Blackwell Companion to Inter-Religious Dialogue. Chichester: Wiley-Blackwell , 2013.
Hardiman, F. Budi. Komersialisasi Ruang Publik Menurut Hannah Arendt Dan Jurgen Habermas . Yogyakarta: Kanisius, 2010.
———. Ruang Publik: Melacak Partisipasi Demokratis Dari Polis Sampai Cyberspace. Yogyakarta: Kanisius, 2020.
Lapalu, Ester Sonya Ulfaritha, and Elizabeth. “Eksistensi Perempuan Di Parlemen: Studi Kesetaraan Gender Di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palangkaraya,” Wacana: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Interdisiplin 8, no. 2 (2021): 306-320, DOI: 10.37304
Mahmood, S. Politics of Piety: The Islamic Revival and the Feminist Subject. Princeton: NJ: Princeton University Press, 2005.
Mosse, Julia Cleves. Gender Dan Pembangunan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.
Nelwan, Gerry. “Perempuan Dalam Gerakan Lintas Iman: Agen Perdamaian Di Kota Manado,” Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama Dan Masyarakat 7, no. 1 (2023): 1-12, DOI: https://doi.org/10.14421/panangkaran.v7i1.3045
Palangka Raya satu Data, https://pasada.palangkaraya.go.id/user/tabeluser/detail/301 (diakses 15 Oktober 2025).
Pattiasina, Sharon Michelle O. “Huma Betang's Philosophy: Interreligious Harmony and Weaving of National Identity in Palangka Raya,” Jurnal Studi Agama dan Masyarakat 21, no. 1 (2025): 21-30, DOI: https://doi.org/10.23971/jsam.v21i1.9348
Pelaku UMKM, wawancara oleh penulis, Palangka Raya, Indonesia, 10 September 2025.
Pelatih Tari, wawancara oleh penulis, Palangka Raya, Indonesia, 10 September 2025.
Pengurus Dekranasda, wawancara oleh penulis, Palangka Raya, Indonesia, 15 September 2025.
Perwakilan Disperindag Kota Palangka, wawancara oleh penulis, Palangka Raya, Indonesia, 13 September 2025.
Permanasuri, Ni Putu Diah Agustin. “Persepsi Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik Sebagai Kegiatan Olahraga,” Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram 9, no. 2 (2022): 25-34.
Pui Lan, Kwok. Globalization, Gender and Peacebuilding: The Future of Interfaith Dialogue. New York: Paulist Press, 2011.
Rahayu, Luh Riniti, and Putu Surya Wedra Lesmana. “Potensi Peran Perempuan Dalam Mewujudkan Moderasi Beragama Di Indonesia,” Jurnal Pustaka 20, no. 1 (2020): 31-37, DOI:10.24843/PJIIB.2020.v20.i01.p05
Rohmawati, W. S. “The Role of Women in Interreligious Dialogue in Indonesia: A Study on the Forum for Religious Harmony (FKUB).” Muslim World Journal 110, no. 4 (2020): 572-588, DOI: https://doi.org/10.1111/muwo.12362
Rohmawati, W. S. A., K. Hamidah, and E. Gayatri. “Integrating Interfaith Dialogue and Economic Empowerment: A Study on Interfaith Women Community Srili Yogyakarta,” Religio Jurnal Studi Agama-Agama 11, no. 2 (2021): 139-164, DOI:10.15642/religio.v11i2.1767
Sims, Martha, and Martine Stephens. Living Folklore: An Introduction to the Study of People and Their Traditions. Logan: Utah State University Press, 2011.
Supriadi, Yadi. “Relasi Ruang Publik dan Pers Menurut Habermas,” Jurnal Kajian Jurnalis 1, no. 1 (2017): 1-12, DOI: https://doi.org/10.24198/jkj.v1i1.12228