RELEVANSI AJARAN PAUS FRANSISKUS TENTANG KEPEMIMPINAN POLITIK DALAM KONTEKS KEINDONESIAAN

Main Article Content

Rolin Ferdilianto Sandelgus Taneo
Verin Jasmin Sonlay

Abstract

Abstract: In principle, this article aims to examine the nature of politics according to Pope Francis' teachings. This study helps us to clearly understand the essence of politics, which is inherently linked to issues of welfare. Who should be involved in this type of politics? Of course, we can mention the government and society. Both parties have distinct roles. The presence of leaders should ideally contribute to the birth of social justice in shared life, while society acts as a watchdog to ensure the government's performance is running smoothly. From this thesis, we attempt to explain the problems of democracy in Indonesia, which sometimes remain far from ideal. This paper will then offer solutions to the chaotic Indonesian politics using Pope Francis' perspective on the ideal type of leader and the duties a leader should perform. To structure the explanation of Pope Francis' ideas within the Indonesian political context, we employed a literature review method to complete this paper. We believe that if the ideas of the politics of love, humanity, and friendship are implemented, a clean and honest democratic climate in Indonesia can be realized.


Abstrak: Secara prinsipil, artikel ini dimaksudkan untuk mengkaji hakikat dari politik menurut ajaran Paus Fransiskus. Kajian ini membantu kita untuk kemudian melihat secara jernih esensi politik yang memang melekat dengan isu kesejahteraan. Siapa yang kemudian harus terlibat dalam politik macam ini? Tentu saja kita bisa menyebut pemerintah dan juga masyarakat. Kedua belah pihak punya tugas yang berbeda. Kehadiran dari pemimpin itu idealnya bisa memberikan kontribusi pada lahirnya keadilan sosial dalam hidup bersama sedangkan masyarakat hadir sebagai pengawas untuk memastikan bahwa kinerja pemerintah berjalan baik. Dari tesis ini, maka kemudian kami mencoba untuk menguraikan permasalahan demokrasi di Indonesia yang kadang masih jauh dari harapan. Setelah itu, tulisan ini akan memberikan solusi atas carut-marut politik Indonesia dengan menggunakan perspektif Paus Fransiskus tentang tipe pemimpin ideal dan apa tugas-tugas yang harus dilakukan seorang pemimpin. Agar terstruktur menguraikan gagasan Paus Fransiskus ini dengan konteks politik Indonesia maka kami menggunakan metode studi pustaka untuk penyelesaian naskah ini. Kami melihat bahwa jika gagasan tentang politik kasih, kemanusiaan dan persahabatan ini diterapkan, maka iklim demokrasi di Indonesia yang bersih dan jujur bisa direalisasikan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Taneo, R. F. S., & Sonlay, V. J. . (2025). RELEVANSI AJARAN PAUS FRANSISKUS TENTANG KEPEMIMPINAN POLITIK DALAM KONTEKS KEINDONESIAAN. Melo: Jurnal Studi Agama-Agama, 5(2), 127–142. https://doi.org/10.34307/mjsaa.v5i2.194
Section
Articles

References

Gunas, Sainerius & Kristianus Garman. “Praktik Politisasi Hukum Pada Pemilu 2024 dan Dampaknya Bagi Demokrasi di Era Kepemimpinan Jokowi.” Jurnal Hukum dan Kebijakan Publik 7, no. 2 (2025): 76.

Hantoro, Juli. DPR Tolak Putusan MK Tentang Syarat Usia Calon Kepala Daerah. Oktober 2024. https://nasional.tempo.co/read/1906618/dpr-tolak-putusan-mk-tentang-syarat-usia-calon-kepala-daerah.

Harun (Penerjemah), Martin. FRATELLI TUTTI : Saudara Sekalian. Departemen Dokumentasi Dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia, 2020.

Hawu Haba, Yuda D. “Kepemimpinan dalam GMIT.” Dalam Eritrika A. Nulik (Penyunting) dalam Kepemimpinan Gereja di Era Digital. Pustaka Aksara, 2024.

Hidayanto, M. Fajar. “Kepemimpinan dan Korupsi (Simbiosis Mutualisme).” Al Mawarid Edisi XIII (2005): 38.

Khairi, Mawardi. “Partisipasi Masyarakat dalam Upaya Penegakan Hukum Peraturan Daerah Perspektif Teori Negara Hukum.” Selisik 3, no. 5 (2017): 87 & 92.

Kirmala, dkk, Saqinah Aifi. “Dampak Penetapan Batas Usia Capres dan Cawapres terhadap Proses Demokrasi di Indonesia: Analisis Putusan MK RI No. 104/PUU-XII/2023.” Journal of Law and Nation (JOLN) 3, no. 3 (2024): 493.

Koten, Yosef Keladu. Partisipasi Politik. Penerbit Ledalero, 2010.

Magdalena, dkk. Metode Penelitian. Penerbit Buku Literasiologi, 2021.

Ohoitimur, Johanis. “Spiritualitas Kegembalaan dan Kepemimpinan dalam Gereja.” Pineleng Theological Review 1, no. 2 (2024): 112.

Prasasti, R.P. Andreas Suparman & Bernadeta Harini Tri. Pelayanan Kepemimpinan Dan Ketaatan (El Servicio De La Autoridad Y La Obediencia). Departemen Dokumentasi dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia, 2020.

Prasetyo, Yohanes Wahyu. “Politik yang Baik menurut Paus Fransiskus dalam Fratelli Tutti.” Dalam dalam Yohanes W. Prasetyo, Mengurai Pokok-Pokok Pikiran Paus Fransiskus. Penerbit JPIC OFM Indonesia, 2024.

Suseno, Franz Magnis. 13 Tokoh Etika. Kanisius, 1997.

Sutikno, M. Sobry. Pemimpin dan Kepemimpinan : Tips Praktis untuk Menjadi Pemimpin yang Diidolakan. Penerbit Holistica, 2018.

Takwin, Bagus. Etika Politik : Menimbang Ulang Politik. TINTA Creative Production, 2011.

Taneo, Rolin F. S. Politik Identitas di Indonesia dan Wacana Perdamaian. No. 09-10, Tahun ke-73. Majalah Basis, 2024.

Viktorahadi, Anthonius Panji Satrio & R.F. Bhanu. “Politik Kemanusiaan Dalam Ensiklik Fratelli Tutti.” JAQFI: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam 6, no. 2 (2021): 148–50.

Wibowo, A. Setyo. Mendidik Pemimpin & Negarawan. Penerbit Lamalera, 2014.

Wibowo, dkk, Ghiyats A. “Pembatasan Oligarki dalam Mewujudkan Sistem Demokrasi di Indonesia.” Media of Law and Sharia 5, no. 3 (2024): 234.