MA’KUNDAI SEBAGAI SIMBOL ETIKA BERBUDAYA KAUM PEREMPUAN DI LEMBANG GANDANGBATU DAN RELEVANSINYA TERHADAP BUDAYA DIGITAL MA’KUNDAI SEBAGAI SIMBOL ETIKA BERBUDAYA KAUM PEREMPUAN DI LEMBANG GANDANGBATU DAN RELEVANSINYA TERHADAP BUDAYA DIGITAL

Main Article Content

Ones Kristiani
Jeni Bunga

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the community's understanding or interpretation of the meaning of Ma'kundai as a Symbol of Cultural Ethics for Women and its relevance to digital culture in Lembang Gandangbatu. Therefore, this study attempts to answer the question: What is the symbolic meaning of ma'kundai in representing ethics and culture in the lives of the Gandang Batu community? Every tradition in society becomes a hereditary heritage because it contains meaning lived by that community group. The theory used in this study is Clifford Geertz's symbolic interpretive theory and several other supporting theories. The author also used a qualitative research method that included observation, interviews, and research documentation. The results of this study reveal that ma'kundai is not only a form of clothing, but also represents the values of modesty and self-control for women in public spaces. Ma'kundai is a cultural heritage that strengthens the identity of the local women's community. In the era of digital culture, this symbol can be adapted as an educational medium for digital ethics and cultural preservation. Thus, this study demonstrates the importance of adapting local culture in the construction of digital identity.


Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman atau interpretasi masyarakat terhadap makna Ma’kundai Sebagai Simbol Etika Berbudaya Kaum Perempuan dan relevansinya terhadap budaya digital di Lembang Gandangbatu. Sehingga melalui penelitian ini berusaha untuk menjawab pertanyaan apa makna simbolik ma’kundai dalam mempresentasikan etika dan budaya dalam kehidupan masyarakat Gandang Batu?. Setiap tradisi dalam masyarakat menjadi suatu warisan turun temurun karena tradisi tersebut mengandung makna yang dihidupi kelompok masyarakat tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yakni teori interpretative simbolik Clifford Geertz dan beberapa teori pendukung lainnya.  Ada pun metode penelitian yang penulis gunakan yakni metode penelitian kualitatif yang meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi penelitian. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan ma’kundai bukan hanya bentuk pakaian, tetapi juga merepresentasikan nilai kesopanan dan kontrol diri kaum perempuan diruang publik. Ma’kundai menjadi warisan budaya yang memperkuat identitas komunitas perempuan lokal. Di era budaya digital, simbol ini dapat diadaptasi sebagai media edukatif etika digital dan pelestarian budaya, sehingga melalui penelitian ini menunjukkan pentingnya adaptasi budaya lokal dalam kontruksi identitas digital.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Kristiani, O., & Bunga, J. (2025). MA’KUNDAI SEBAGAI SIMBOL ETIKA BERBUDAYA KAUM PEREMPUAN DI LEMBANG GANDANGBATU DAN RELEVANSINYA TERHADAP BUDAYA DIGITAL: MA’KUNDAI SEBAGAI SIMBOL ETIKA BERBUDAYA KAUM PEREMPUAN DI LEMBANG GANDANGBATU DAN RELEVANSINYA TERHADAP BUDAYA DIGITAL. Melo: Jurnal Studi Agama-Agama, 5(1), 73–84. https://doi.org/10.34307/mjsaa.v5i1.179
Section
Articles

References

Debyani, Embon, “Sistem Simbol Dalam Upacara Adat TorajaRambu Solo: Kajian Semiotik”, Jurnal Bahasa dan Sastra. Vol.4, No.2, (2019).

Dillistone, F.W, Daya Kekuatan Simbol The Power of Symbols, Terj. A. Widyamartaya. Yogyakarta: KANISIUS, 1986.

Epin, Ester, Wawancara oleh penulis, Gandangbatu, Indonesia, 8 Oktober 2024.

Fattah Nasution, Abdul.Metode PenelitianKualitatif. Bandung: CV Harfa Creative, 2923.

Hendro, Eko Puntu, “Simbol: Arti, Fungsi, dan ImplikasiMetodologinya,” Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi. Vol. 3, No.2 (2020).

J. Moleong, Lexy, Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012.

_________. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Kudan, Mariana, Wawancara oleh Penulis, Gandangbatu, Indonesia, 5 Oktober 2024.

Nasution, Abdul Fattah, Metode PenelitianKualitatif . Bandung: CV Harfa Creative, 2923.

Pahleviannur, Muhammad Risal Pahleviannur. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Pradina Pustaka, 2022.

Partiwi, Panduan Penelitian Kualitatif. Bandung: ALFABETA, 2009.

Puntu, Eko Hendro, “Simbol: Arti, Fungsi, dan Implikasi Metodologinya”, Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi. Vol.3, No.2, 2020.

Raho, Bernard. Sosiologi I. Maumere: Ladalero, 2014.

Salim, Agus. Teori dan Paradigma Penelitian Sosial. Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya, 2001.

Strauss, Anselm & Juliet Corbin, Dasar-dasar Penelitian Kualitatif Tatalangkah Teknik-teknik Teoritisasi Data. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Syafuddin, Khairul, Transformasi Komunikasi Digital Menuju Indonesia Berkelanjutan Komunikasi Digital dan Dinamika Budaya. Jakarta: PT Gramedia, 2025.

Susanto, Budi, Clifford Geertz Kebudayaan & Agama. Yogyakarta: KANISIUS, 1992.

Wicaksana, Seta A., dkk. Transformasi Digital: Perspektif Bisnis, Organisasi, Talenta, dan Budaya Digital. Dd Publishing, 2021.

__________. https://anthropology.ua.edu/theory/symbolic-and-interpretive-anthropologies/diakses pada 21 Maret 2024