TINJAUAN TEOLOGIS TUDANG SIPULUNG DALAM TRADISI BUGIS-MAKASSAR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP HUBUNGAN ISLAM-KRISTEN DI SULAWESI SELATAN
Main Article Content
Abstract
Abstract: In the Indonesian context, conflicts based on religious issues generally occur between Islam and Christianity. Stereotypes towards each other are the main trigger for religious tension and conflict. This conflict with a religious background shows how bad people's lives are, both in terms of understanding their own religion and culture and in terms of understanding other people's religions and cultures. Religion, which is supposed to lead society to a just and peaceful life, actually causes division and even bloodshed. For the sake of a better civilization and religious life, especially in the context of society in South Sulawesi, the author sees that it is important to take a cultural approach. One of the cultural values that can be analyzed as a means of conflict resolution is Tudang Sipulung. This research focuses on reviewing the theological values of Tudang Sipulung based on the Bible in order to draw implications (socio-cultural-theological) for Islamic-Christian relations in South Sulawesi. The results of this research show that Tudang Sipulung can become a space for Islamic-Christian dialogue, a forum for unifying Islam and Christianity, and an embodiment of Islamic-Christian harmonization.
Abstrak: Dalam konteks Indonesia, konflik yang dilatarbelakangi masalah agama umumnya terjadi antara Islam dan Kristen. Stereotipe terhadap satu sama lain, menjadi pemantik utama ketegangan dan konflik agama. Konflik yang berlatarbelakang agama ini menunjukkan betapa buruknya kehidupan masyarakat, baik dalam hal memahami agama dan budayanya sendiri maupun dalam hal memahami agama dan budaya orang lain. Agama yang seharusnya membawa masyarakat pada kehidupan yang adil dan damai, justru menimbulkan perpecahan bahkan pertumpahan darah. Demi sebuah peradaban dan kehidupan beragama yang lebih baik, khususnya dalam konteks masyarakat di Sulawesi Selatan, penulis melihat bahwa pendekatan budaya penting untuk dilakukan. Adapun salah satu nilai budaya yang dapat dianalisa sebagai sarana resolusi konflik adalah Tudang Sipulung. Penelitian ini berfokus meninjau nilai-nilai teologis dari Tudang Sipulung berdasar Alkitab guna menarik sebuah implikasi (sosio-kultural-teologis) terhadap hubungan Islam-Kristen di Sulawesi Selatan. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Tudang Sipulung dapat menjadi ruang dialog Islam-Kristen, wadah pemersatu Islam-Kristen, serta perwujudan harmonisasi Islam-Kristen.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Abidin, Sainal, June 26, 2021.
“Ada Provokator Ingin Picu Konflik Agama di Makassar.” Bisnis.com. https://kabar24.bisnis.com/read/20130218/285/1162/ada-provokator-ingin-picu-konflik-agama-di-makassar.
Arndt, William F., and F. Wilbur Gingrich. Greek-English Lexicon of the New Testament and Other Early Christian Literature. Chicago, Illinois: The University Of Chicago Press, 1957.
Dollah, Baharuddin. “Tudang Sipulung Sebagai Komunikasi Kelompok Dalam Berbagi Informasi.” Journal Pekommas 1, no. 2 (October 31, 2016): 177–188.
Farisa, Fitria Chusna, and Icha Rastika. “YLBHI: Hingga Mei 2020, Terjadi 38 Kasus Penodaan Agama, Mayoritas Di Sulsel.” Kompas.Com. https://nasional.kompas.com/read/2020/08/21/17062211/ylbhi-hingga-mei-2020-terjadi-38-kasus-penodaan-agama-mayoritas-di-sulsel.
Gumelar, Fajar, Christopher James Luthy, Robi Panggarra, and Hanny Frederik. “Makna Kata Τέλειος Dalam Injil Matius 5:48 Dan Implikasinya Bagi Orang Percaya.” KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen 2, no. 2 (December 30, 2021): 61–78.
Hakim, Eka. “Ritual Tudang Sipulung, Cara Keren Toraja Selesaikan Konflik.” Liputan6.com. Last modified July 25, 2016. https://www.liputan6.com/regional/read/2560714/ritual-tudang-sipulung-cara-keren-toraja-selesaikan-konflik.
Hidayat. “Bahas Penyelesaian Konflik UMI, Iqbal Suhaeb Tudang Sipulung Bersama Forkopimda Sulsel.” MakassarKota, November 25, 2019. https://makassarkota.go.id/bahas-penyelesaian-konflik-umi-iqbal-suhaeb-tudang-sipulung-bersama-forkopimda-sulsel/.
Iswanto, Agus. “Dialog Islam-Kristen Dalam Sejarah: Konteks Global Dan Lokal.” Harmoni 12, no. 2 (2013): 163–171.
J., Hasse. “Dinamika Hubungan Islam Dan Agama Lokal Di Indonesia: Pengalaman Towani Tolotang Di Sulawesi Selatan.” Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya 1, no. 2 (August 22, 2016): 179–186.
Krismiyanto, Alfonsus, and Rosalia Ina Kii. “Membangun Harmoni Dan Dialog Antar Agama Dalam Masyarakat Multikultural.” Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) 6, no. 3 (September 12, 2023): 238–244.
Mappangara, Suriadi. “Perjanjian Tellumpoccoe Tahun 1582: Tindak-Balas Kerajaan Gowa terhadap Persekutuan Tiga Kerajaan di Sulawesi Selatan.” SOSIOHUMANIKA 7, no. 1 (2014): 43–54.
Nasution, Nur Laila, Maraimbang Daulay, Agustianda Piliang, Dwi Fauziah, and Wina Safitri Br Pasaribu. “Hubungan Agama Dan Budaya Lokal Dalam Fenomenologi Agama.” Jurnal Pendidikan Tambusai 8, no. 1 (February 1, 2024): 6694–6700.
“Natal umat Katolik di Bulukumba Dihantui ‘Ancaman’, Pegiat Keberagaman: ‘Dialog Dapat Atasi Kristen Fobia.’” BBC News Indonesia, Desember 2020. https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-55433577.
Ngelow, Zakaria J. Angin Menderu Ombak Mengguncang: Sejarah Singkat Gereja Kristen Sulawesi Selatan. Ujung Pandang: Majelis Pekerja Sinode GKSS, 1996.
Noorsena, Bambang. Menuju Dialog Teologis Kristen-Islam. Yogyakarta: ANDI, 2007.
Nur, M. Rafiuddin. Lontara’ Na Soppeng: Dari Kerajaan Kembar Menuju Kabupaten. Makassar: Rumah Ide, 2007.
P., Fatmawati. “Nilai-Nilai Budaya Dalam Tradisi Tudang Sipulung Masyarakat Amparita Kabupaten Sidenreng Rappang.” Pangadereng 4, no. 1 (2018): 67–77.
———. “Tudang Sipulung Sebagai Media Integrasi Masyarakat Amparita Di Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan.” Walasuji : Jurnal Sejarah dan Budaya 9, no. 1 (June 1, 2018): 211–224.
Pangestu, Fadzar Ilham. “Bom Makassar Dinilai Sebagai Upaya Memicu Konflik.” Antara News. https://papuabarat.antaranews.com/rilis-pers/2069734/bom-makassar-dinilai-sebagai-upaya-memicu-konflik.
Peterson, Robert M. Tafsiran Alkitab: Kitab Keluaran. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.
Schumann, Olaf H. Agama-Agama: Kekerasan Dan Perdamaian. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011.
———. Al-Masih Dalam Pandangan Pemikir Muslim: Pendekatan Pada Ilmu Agama-Agama. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2019.
Setiawan, Deny, and Bahrul Khoir Amal. “Membangun Pemahaman Multikultural Dan Multiagama Guna Menangkal Radikalisme Di Aceh Singkil.” Al-Ulum 16, no. 2 (December 1, 2016): 348–367.
Setiawan, Mohamad Nur Kholis, and Djaka Soetapa. Meniti Kalam Kerukunan: Beberapa Istilah Kunci dalam Islam dan Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010.
Sinaga, Martin L. Beriman Dalam Dialog: Esai-Esai Tentang Tuhan Dan Agama. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2018.
Syahruna, Alham R., Rosman Md Yusoff, and Masykur Amin. “Peranan Budaya Tudang Sipulung/Appalili dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Bergesernya Nilai Budaya Pertanian di Sulawesi Selatan.” SOSIOHUMANIKA 7, no. 2 (2014): 241–256.
Wijaya, Hengki. Analisis Data Kualitatif Ilmu Pendidikan Teologi. Makassar: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray, 2018.
Wiryanto. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Grasindo, 2004.
Yunda, Andi Atrianingsi, Sitti Mirsa, and Wardah. “Revitalisasi Tudang Sipulung Sebagai Media Komunikasi Vertikal Antara Masyarakat Dan Pemerintah Di Kabupaten Bone.” Jurnal Politik Profetik 6, no. 2 (2018): 264–278.
Yunus, Firdaus M. “Konflik Agama Di Indonesia Problem Dan Solusi Pemecahannya.” Substantia: Jurnal Ilmu-ilmu Ushuluddin 16, no. 2 (2014): 217–228.