Hibriditas Aluk Todolo Dan Kekristenan Dalam Ritual Ma’bulle Tomate Di Gandangbatu Hibriditas Aluk Todolo dan Kekristenan Dalam Ritual Ma’bulle Tomate Di Gandangbatu
Main Article Content
Abstract
This paper aims to see the cultural hybridity in the beliefs of Aluk Todolo and Christianity that occurs in the Ma'bulle Tomate Rite in Gandangbatu. This rite is one part of a series of the most famous traditional ceremonies in Toraja, namely Rambu Solo'. Ma'bulle Tomate was initially accompanied by badong in Aluk Todolo but later accompanied by singing in Christianity. In this paper the author uses qualitative research methods through data collection observations and interviews. The theory of Homi K. Baba in a book entitled The Location Of Culture is the theory that the author chooses to dissect the problems that occur. The theory says that cultural hybridity is the third space that should be a discursive space because through this there has been a violation of spatial boundaries that signifies a contradiction of objects, uses, meanings, spaces and properties in a tradition. Through the results of the study, it was found that Aluk Todolo used badong as a mourning poem in the Ma'bulle Tomate ritual and Christianity used spiritual songs. In addition, the meaning of badong and singing were also found . Among other things: lifting and telling the social status of the deceased, the expectations of the community and the worship of spirits. Through this theory, it is concluded that cultural hybridity Aluk Todolo and Christianity in the Ma'bulle Tomate ritual in Gandangbatu are the starting point for the beautiful encounter between the two cultures. Two different cultures, namely between Aluk Todolo and Christianity, meet in the Ma'bulle Tomate rite.
Tulisan ini bertujuan untuk melihat hibriditas budaya dalam kepercayaan Aluk Todolo dan Kekristenan yang terjadi dalam Ritus Ma’bulle Tomate di Gandangbatu. Ritus ini merupakan salah satu bagian dalam rangkaian upacara adat yang paling terkenal di Toraja yaitu Rambu Solo’. Ma’bulle Tomate awalnya diiringi dengan badong dalam Aluk Todolo namun kemudian diiringi dengan nyanyian dalam kekristenan. Dalam tulisan ini penulis menggunakan metode penelitian kulitatif melalui pengumpulan data observasi dan wawancara. Teori dari Homi K. Baba dalam buku yang berjudul The Location Of Culture menjadi teori yang dipilih penulis untuk membedah masalah yang terjadi. Teori tersebut mengatakan bahwa hibriditas budaya merupakan ruang ke tiga yang seharusnya menjadi ruang diskursif karena melalui hal ini telah terjadi pelanggaran batas ruang yang menandakan suatu kontradivisi dari objek, penggunaan, makna, ruang dan properti dalam suatu tradisi. Melalui hasil penelitian, ditemukan bahwa Aluk Todolo menggunakan badong sebagai syair duka dalam ritual Ma’bulle Tomate dan kekristenan menggunakan nyanyian rohani. Selain itu ditemukan juga makna badong dan nyanyian. Antara lain: mengangkat dan menceritakan status sosial dari orang yang telah meninggal, pengharapan dari masyarakat dan pemujaan kepada arwah. Melalui teori tersebut disimpulkan bahwa hibriditas budaya Aluk Todolo dan kekristenan dalam ritual Ma’bulle Tomate Di Gandangbatu merupakan titik tolak perjumpaan yang indah antara dua kebudayaan tersebut. Dua kebudayaan yang berbeda yakni antara Aluk Todolo dan kekeristenan berjumpa dalam ritus Ma’bulle Tomate.
Downloads
Article Details
References
Bhaba, Homi K, The Location Of Culture. London: Routlegde, 1994.
Berger, Peter L. Langit Suci: Agama Sebagai Realitas Sosial. Jakarta: LP3ES, 1991.
Durkheim,Emile The Elementary Forms of Religious Life. America: The Free Press,
Harianto, Sindung, Sosiologi Agama: Dari Klasik Hingga Modern. Yogyakarta: Ar-ruzz
Media, 2016.
Mulyana, Deddy “Metodologi Penelitian Kualitatif” Paradigma baru Ilmu Komunikasi
dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006
Nazir, Moh. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia, 2011.
Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2012.
Suwartono, Dasar-dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: ANDI, 2014.
Tallulembang, Bert dan Andin, Michael ‘’ Toraja Tallu Lembangna: Sejarah Leluhur,
Aluk, Adat dan Budaya Toraja di Tallu Lembangna. Yogyakarta: Gunung sopai, 2019.
Limin, Matius, Seminar Kontekstual Agama dan Adat Gandangbatu, Ceramah Tokoh
Adat dan Toko Agama dalam Lingkup Klasis Gandangbatu, 3 Mei 2019.
Stepanus, Ritual Mebulle Bai Ruang Bersama Penyelesaian Konflik Sosial
Masyarakat Mamasa,Tesis Magister Sosiologi Agama Fakultas Teologi,
Salatiga: UKSW, 2018.
Pambudi, Agung Dwi, Pembentukan Identitas Masyarakat Tulungagung Melalui
Hibriditas Budaya Cethe: Studi Kasus Tentang Hibriditas Budaya Cethe di
Kabupaten Tulungagung, Malang: Universitas Brawijaya.
Bu’bu’,Benyamin, wawancara dengan Penulis, Gandangbatu, 28 Juni 2019.
Inggu’, Kalvin, Wawancara oleh Penulis bersama Kepala Lembang Gandangbatu, 7 Juli
di Kantor Lembang Gandangbatu.
Kondong, Pdt. Kornelius wawancara oleh Penulis via telepon, Salatiga, 18 April 2019.
Limin,Matius sebagai pemangku adat Gandangbatu, Wawancara oleh Penulis,
Gandangbatu, 6 Juli 2019.
Lotto, Benyamin, Wawancara oleh Penulis, Gandangbatu, 1 September 2021.
Payangan, Pdt. Erniyanti Rustam, wawancara oleh Penulis, Gandangbatu, 15 Agustus
Pandu, Wawancara oleh Penulis, Gandangbatu, 7 Juli 2019.
KBBI, Jakarta: Balai Pustaka, 2007.