Refleksi Teologis Terhadap Pemaknaan Identitas Kaum Muda dalam Drama Korea Start-Up

Main Article Content

Paulus Eko Kristianto

Abstract

Abstract: Identity is very influential in human life. This also happens and concerns youth. Youth identity influences how they act in facing various developmental challenges that exist within and from outside. This understanding must be held and further investigated in the dialogue between tradition and context. This article tries to review it by using a theological reflection that refers to the Korean drama Start-up as a case study and reflects on the situation of youth, including their efforts to build and develop start-ups. This theological reflection uses the library research method of related books and journals. Theological reflection is carried out through the following steps. First, describing popular culture. Second, identify questions and norms from relevant religious traditions. Third, mutual critical conversation between popular culture and religious traditions. Fourth, the discovery of new things from beliefs and actions. This research is done conceptually, so it does not involve empirical. The research results show that dialogue between tradition and context can inspire the development of comprehensive and comprehensive youth services to address youth's identity struggles when facing various developmental challenges.


Abstrak: Identitas sangat berpengaruh di kehidupan manusia. Hal ini juga terjadi dan berkenaan kaum muda. Identitas kaum muda mempengaruhi bagaimana mereka bertindak menghadapi beragam tantangan perkembangan yang ada dalam diri dan dari luar. Pemahaman ini perlu dipegang sekaligus diteliti lebih lanjut dalam dialog antara tradisi dan konteks yang dibangun melalui bingkai refleksi teologis. Artikel ini mencoba meninjaunya dengan menggunakan refleksi teologis yang beracuan pada drama korea Start-Up sebagai studi kasusnya dan direfleksikan ke situasi kaum muda, termasuk upaya mereka membangun dan mengembangkan start-up. Pada prosesnya, refleksi teologis ini dilakukan menggunakan metode penelitian pustaka terhadap buku dan jurnal yang terkait. Refleksi teologis dikerjakan melalui langkah: Pertama, mendeskripsikan budaya popular. Kedua, mengidentifikasi pertanyaan dan norma dari tradisi agama yang relevan. Ketiga, percakapan kritis mutual antara budaya popular dan tradisi agama. Keempat, penemuan hal baru dari kepercayaan dan tindakan. Penelitian ini dikerjakan bersifat konseptual sehingga kurang melibatkan empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog tradisi dan konteks bisa menginspirasi terbangunnya pelayanan kaum muda yang komprehensif dan relevan dengan pergumulan identitas kaum muda ketika menghadapi berbagai tantangan perkembangan yang ada.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Kristianto, P. E. (2023). Refleksi Teologis Terhadap Pemaknaan Identitas Kaum Muda dalam Drama Korea Start-Up. Melo: Jurnal Studi Agama-Agama, 3(1), 71–89. https://doi.org/10.34307/mjsaa.v3i1.136
Section
Articles

References

Amriana, Misbahul Munir, and M. Athoiful Fanan. “Dampak Drama Korea Start- up Terhadap Kondisi Psikologis Mahasiswa Prodi Bimbingan Dan Konseling Islam UIN Sunan Ampel Selama Pandemi.” Al-Tazkiah: Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam 2, no. 1 (2022).

Andrian, Ericka Caesaria Hanifah, and Nala Nandana Undiana. “Pengaruh Serial Korea ‘Start Up’ Terhadap Minat Kewirausahaan Di Tingkat Mahasiswa.” Cinematology: Journal Anthology of Film and Television Studies 1, no. 1 (2021).

Ardia, Velda. “Drama Korea Dan Budaya Popular.” Lontar: Jurnal Ilmu Komunikasi 2, no. 3 (2014).

Darmawan, Arif Budi, Azinuddin Ikram Hakim, and Yuni Afita Sari. “Perjuangan Dalam Ketidakpastian: Studi Etnografi Usaha Bisnis Rintisan Oleh Anak Muda Di D.I. Yogyakarta.” Jurnal Studi Pemuda 9, no. 1 (2020).

Erikson, Erik H. Childhood and Society. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.

Istiqomah, Annisa, and Delfiyan Widiyanto. “Ancaman Budaya Pop (Pop Culture) Terhadap Penguatan Identitas Nasional Masyarakat Urban.” Jurnal Kalacakra 1, no. 1 (2020).

Januari, Vivian. “Kaum Muda Sebagai Gereja: Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Peranan Gereja Bagi Penumbuhan Spiritualitas Kaum Muda.” Jurnal Youth Ministry 4, no. 1 (2016).

Kohlberg, Lawrence. Tahap-Tahap Perkembangan Moral. Yogyakarta: Kanisius, 1995.

Kristianto, Paulus Eko. “Pendidikan Kristiani Dalam Perenungan Identitas Diri.” Jurnal Pendidikan Penabur 25 (2015).

Lumintang, Marcellius, Binsar M. Hutasoit, and Clartje S.E. Awule. “Memahami Imago Dei Sebagai Potensi Ilahi Dalam Pelayanan.” Epigraphe: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani 1, no. 1 (2017).

Lynch, Gordon. Understanding Theology and Popular Culture. Malden/Oxford/Victoria: Blackwell Publishing, 2005.

M., Mursito B. “Budaya Populer Sebagai Sistem Budaya.” Jurnal Komunikasi Massa 6, no. 2 (2013).

Mokoginta, Karina Wulandari, Intama Jemmy Polii, and Oldie Stevie Meruntu. “Konflik Sosial Drama Korea Start-up Karya Oh Choong Hwan Dan Implikasinya Pada Pendidikan Karakter.” Kompetensi: Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Seni 2, no. 5 (2022).

Nayiroh, Luluatu, and Juag Nurhalimah. “Proses Penetrasi Sosial Hubungan Pasangan Pengguna Aplikasi Kencan Online (Tinder) Dimasa Pandemi Covid-19.” JPRMEDCOM: Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal 3, no. 2 (2021).

Nel, Malan. “Youth Ministry as a Practical Theology: Making a Case for Youth Ministry as an Academic Discipline.” Journal of Youth and Theology 2, no. 1 (2003).

Parapat, Nelson Holong. “Media Dan Budaya Pop.” Insani 4, no. 2 (2017).

Prasanti, Rahayu Putri, and Ade Irma Nurmala Dewi. “Dampak Drama Korea (Korean Wave) Terhadap Pendidikan Remaja.” Lectura: Jurnal Pendidikan 11, no. 2 (2020).

Ridaryanthi, Melly. “Bentuk Budaya Popular Dan Konstruksi Perilaku Konsumen Studi Terhadap Remaja.” Visi Komunikasi 13, no. 1 (2014).

Riruma, Josina Mariana. “Integritas Hamba Tuhan Menurut 1 Timotius 4:11-16.” Missio Ecclesiae 6, no. 1 (2017).

Root, Andrew. “Walking Into The Crisis of Reality: How Theology Is Constructed.” In The Theological Turn in Youth Ministry, edited by Andrew Root and Kenda Creasy Dean. Downers Grove, Illinois: InterVarsity, 2011.

Simbolon, Friendly. “Interkoneksi Antara Anak Muda, Usaha Mencari Pasangan Dan Pendampingan Pastoral.” Angelion: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 3, no. 1 (2022).

Singgih, Emanuel Gerrit. Dari Eden Ke Babel: Sebuah Tafsir Kejadian 1-11. Yogyakarta: Kanisius, 2011.

Sugiarto, Jimmy, Rinaldi Frans Holong Lumban Gaol, and Samuel Grashellio Litaay. “Imago Dei Sebagai Suatu Relasi: Analisis Tentang Dampak Dosa Terhadap Gambar Dan Rupa Allah.” Huperetes: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 3, no. 2 (2022).

Suparno, Paul. Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget. Yogyakarta: Kanisius, 2001.

Supratiknya, A. Teori Perkembangan Kepercayaan: Karya-Karya Penting James W. Fowler. Yogyakarta: Kanisius, 1995.

Tafona’o, Talizaro. “Kepribadian Guru Kristen Dalam Perspektif 1 Timotius 4:11-16.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat 3, no. 1 (2019).

Tiyono, Dolf, and Binsar M. Hutasoit. “Memahami Imago Dei Sebagai ‘Golden Seed.’” Epigraphe: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani 1, no. 1 (2017).

Topan, Diva Aulia, and Niken Febrina Ernungtyas. “Preferensi Menonton Drama Korea Pada Remaja.” Jurnal Pustaka Komunikasi 3, no. 1 (2020).

Triartanto, A.Yuda, Adhi Dharma Suryanto, and Tuty Mutiah. “Diseminasi Budaya Pop Televisi Dan Celebrity Branding Pada Iklan E-Commerce.” Global Komunika 1, no. 2 (2020).

White, James Emery. Meet Generation Z: Understanding and Reaching The New Post-Christian World. Grand Rapids: Baker Books, 2017.

Yang, Angelina Elni, and Lusia Savitri Setyo Utami. “Gambaran Gaya Hidup Remaja Yang Mengonsumsi Konten Budaya Pop Korea Di Youtube.” Koneksi 7, no. 1 (2023).