Paradigma Misi Kristen dan Moderasi Beragama Analisis Pendekatan Pluralistik
Main Article Content
Abstract
Abstract : The purpose of this research is to explore the social diversity experienced by Christians (the Church), which dynamically manifests varied attitudes and responses. This research article explores the significance of Christian mission in fostering interreligious dialogue in the context of everyday human life, encompassing both fundamental cooperation and the resolution of social issues. The theoretical approach employed revolves around the construction of religious diversity in an increasingly pluralistic society, as well as an understanding of social and cultural values as the foundation of human interaction. The study highlights the need to reconstruct the understanding of Christians regarding religious pluralism, by referring to biblical guidance that acknowledges the existence of other religious individuals and an understanding of God's salvific work encompassing multiple traditions and paths. However, challenges persist in the attitudes and understanding of Christians towards other religions, including exclusive and superior attitudes, as well as transactional and legalistic perspectives that hinder productive dialogue. Additionally, issues of tolerance, justice, migration, globalization, and sustainable development are also of concern in the context of Christian mission. The findings of this research contribute to depicting the complexities and challenges faced in the current context of Christian mission, while providing a foundation for the development of more inclusive, sustainable, and responsive approaches and practices towards social and environmental dynamics.
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi fakta keragaman sosial yang dialami orang Kristen (Gereja), yang secara dinamis menunjukkan sikap dan tanggapan yang berbeda-beda. Artikel penelitian ini mengeksplorasi pentingnya misi Kristen menghidupkan dialog antaragama dalam konteks kehidupan kemanusiaan sehari-hari, baik dalam hal kerjasama fundamental maupun penyelesaian masalah sosial. Pendekatan teoritik yang digunakan adalah konstruksi keberagaman agama dalam masyarakat yang semakin majemuk, serta pemahaman tentang nilai-nilai sosial dan kultural sebagai dasar interaksi manusia. Penelitian ini menyoroti perlunya merekonstruksi pemahaman Gereja terhadap pluralitas agama dengan merujuk pada panduan Alkitab yang mengakui keberadaan orang beragama lain dan pemahaman tentang karya penyelamatan Allah yang melibatkan banyak tradisi dan cara. Namun, masih terdapat tantangan dalam sikap dan pemahaman orang Kristen terhadap agama-agama lain, seperti sikap eksklusif, superior, dan pemahaman transaksional legalistik yang menghambat dialog yang produktif. Selain itu, masalah toleransi, keadilan, migrasi, globalisasi, dan keberlanjutan pembangunan juga menjadi perhatian dalam konteks misi Kristen. Hasil penelitian ini berkontribusi dalam menggambarkan kompleksitas dan tantangan yang dihadapi dalam konteks misi Kristen saat ini, serta memberikan landasan bagi pengembangan pendekatan dan praktik yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan responsif terhadap dinamika sosial dan lingkungan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ariarajah, Seevaratnam Wesley. Alkitab Dan Orang-Orang Yang Berkepercayaan Lain. Translated by Eka Darmaputera. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2003.
Arifianto, Yonatan Alex. “Peran Kepemimpinan Misi Paulus Dan Implikasinya Bagi Pemimpin Misi Masa Kini.” Jurnal Teologi Amreta (ISSN: 2599-3100) 4, no. 1 (2020). https://doi.org/10.54345/jta.v4i1.41.
Debbiyansyah, Agung Tri. “Humanisme Universal Dan Religiusitas Cak Nun Dalam Videoyoutube“Cak Nun Dan Kyai Kanjeng, Part 2 Sedekan Desa Di Malang (Analisis Wacana Kritis).” Masters, Universitas Muhammadiyah Surabaya, 2020. http://repository.um-surabaya.ac.id/4664/.
Eko Kristianto, Paulus. “Perjalanan Maraton Menuju 2030: Menyelamatkan Bumi, Menggapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Pasca 2015 dari Sisi Pemikiran Ekofeminisme.” Jurnal Dekonstruksi 6, no. 1 (April 8, 2022): 233–66.
Hayes, John. H, and Carl R. Holladay. Pedoman Penafsiran Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.
Hendriani, Aan, Achmad Maulidin, Ahmad Royani, Ahmad Suherman, and Agus Nurasikin. Moderasi Beragama Dalam Masyarakat Multikultural (Studi Kasus Kecamatan Kramatwatu). Edited by Muhibuddin Muhibuddin. Vol. 1. Serang: Media Karya Publishing, 2023. https://repository.uinbanten.ac.id/12173/.
Istianto, Elisa. “Teologi Kristen-Anonim Karl Rahner Dan Implikasinya Terhadap Tugas Misi Gereja,” October 1, 2004. http://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/363.
Juddi, Moh. Faidol. Komunikasi Budaya dan Dokumentasi Kontemporer. Bandung: Unpad Press, 2019.
Kaha, Samuel Cornelius. “Dialog Sebagai Kesadaran Relasional Antar Agama: Respons Teologis Atas Pudarnya Semangat Toleransi Kristen-Islam Di Indonesia.” Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen Dan Musik Gereja 4, no. 2 (October 27, 2020): 132–48. https://doi.org/10.37368/ja.v4i2.165.
Lukito, Daniel Lucas. “Eksklusivisme, Inklusivisme, Pluralisme, Dan Dialog Antar Agama,” October 2012. http://repository.seabs.ac.id/handle/123456789/267.
MA, Prof Dr Nengah Bawa Atmadja. Ajeg Bali ; Gerakan, Identitas Kultural, dan Globalisasi: Gerakan, Identitas Kultural, dan Modernisasi. Yogyakarta: Lkis Pelangi Aksara, 2013.
Purwadi, Yohanes Slamet. “Metafisika Keterbatasan Dan Pluralisme Agama Menurut John Hick.” Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama 6, no. 1 (March 30, 2023): 25–38. https://doi.org/10.15575/hanifiya.v6i1.24854.
Rantung, Djoys Anneke. Pendidikan Agama Kristen Dalam Kehidupan Masyarakat Majemuk. Yogyakarta: Lintang Rasi Aksara Books, 2017. http://repository.uki.ac.id/1320/.
———. “TEOLOGI POLITIK UNTUK KEADILAN Respons Teologis Gereja Di Tengah Menguatnya Politik Identitas.” Voice of Wesly 2 (2018). http://repository.uki.ac.id/1465/.
Sampe, Naomi, Perdi Masuang, Gantina Banne Lembang, Rinus Menok Sara, and Karel Sanda Toding. “Continuing the Paul Mission for the Gentiles in the New Era.” BIA’: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen Kontekstual 4, no. 2 (December 24, 2021): 290–302. https://doi.org/10.34307/b.v4i2.319.
Sepmady Hutahaean, Wendy. Teologi Agama-agama. Malang: Ahlimedia Book, 2021.
Siahaan, Daniel Syafaat. “Ketika Aku dan Kamu Menjadi Kita: Dialog Misi Penginjilan Kristen dengan Dakwah Islam Menggunakan Pendekatan Teologi Interkultural dalam Konteks Indonesia.” GEMA TEOLOGIKA 2, no. 1 (April 28, 2017): 41. https://doi.org/10.21460/gema.2017.21.280.
Situmorang, Jonar. “Model Misi Perkotaan Rasul Paulus Di Korintus.” Missio Ecclesiae 7, no. 2 (October 30, 2018): 188–228. https://doi.org/10.52157/me.v7i2.88.
Suriawan, Suriawan. “Misi Gereja Menghadapi Pluralisme Agama: Antara Tantangan Dan Peluang.” MAGENANG : Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 4, no. 1 (April 30, 2023): 1–11. https://doi.org/10.51667/mjtpk.v4i1.1304.
Susanta, Yohanes Krismantyo. “Menuju Misi Kristen Yang Mengedepankan Dialog Antariman.” THRONOS: Jurnal Teologi Kristen 1, no. 2 (October 18, 2020): 73–85. https://doi.org/10.55884/thron.v1i2.4.
Winarto, Amos. Penelitian Ilmu Teologi. Yogyakarta: PT Kanisius, 2021.
Woly, Nicolas Jonathan. Perjumpaan di Serambi iman: suatu studi tentang pandangan para teolog Muslim dan Kristen mengenai hubungan antaragama. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.
Yewangoe, Andreas Anangguru. Agama dan kerukunan. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2001.